Kenali Buerger, Penyakit Yang Disebabkan Rokok


- 13 Feb 17
View 528 : Today 1

Buerger, jika sepintas lalu namanya seperti makanan cepat saji yang terkenal asal dari negara Jerman yakni hamburger atau biasa disebut burger.

Advertisement

Namun, apa yang membuatkannya berbeza adalah buerger adalah nama penyakit yang diakibatkan oleh rokok.

Kementerian Kesihatan bekerja sama dengan Vital Strategies membuat iklan layanan masyarakat yang mengenalkan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh asap rokok.

Iklan yang berdurasi lebih kurang 30 saat ini menampilkan mantan perokok yang akhirnya diserang stroke, lalu mendiang Robby Indra yang terkena barah laring akibat tabiat buruknya ini, kemudian mendiang  Ranap Simatupang yang terkena barah paru-paru dan Cecep Sopandi yang menderita penyakit buerger.

Pengarah Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr Lily Sulistyowati, mengatakan bahawa iklan khidmat masyarakat ini bertujuan untuk memberi gambaran pada perokok aktif untuk mengkahiri tabiat mereka, sebelum rokok itu mengakhiri hidupnya dengan empat penyakit tersebut.

“Kemenkes tidak putus-putusnya memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat secara meluas terutama tentang rokok. Sebenarnya masyarakat tahu akibat rokok itu besar Cuma mereka belum ada niat sungguh-sungguh untuk berhenti merokok,” ujar Lily.

Diantara stroke, barah paru dan barah laring yang merupakan penyakit akibat merokok, masyarakat tentu masih asing lagi dengan istilah penyakit buerger.

Disampaikan Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., selaku Ketua Bahagian Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan, RSUP Persahabatan, penyakit ini merupakan penyakit yang berlaku akibat penyumbatan pada pembuluh darah di kaki dan tangan yang bisa menyebabkan kematian jaringan.

“Penyumbatan dan peradangan yang terjadi menyebabkan bahagian hujung-hujung anggota tubuh akan kekurangan oksigen, mati, kemudian membusuk. Gejalanya dimulai dengan jari tangan dan kaki yang menghitam kerana aliran darahnya tidak ada,” ujar dr Agus.

Dr Agus menuturkan, motivasi kini merupakan kunci penting jika seseorang ingin berhenti merokok. Meski perokok sudah diberi ubat-ubatan untuk berhenti merokok, keberhasilan untuk berhenti hanya 30 peratus jika tidak disertai dengan motivasi.

“Kalau motivasinya tinggi hingga sampai 70 peratus maka peluang keberhasilan untuk berhenti merokok juga akan meningkat,” tambah dia.

Advertisement