Tak Semua Perokok Terkena Barah Paru-Paru? Ini Tanggapan Doktor


- 13 Feb 17
View 350 : Today 1

Kebiasaan merokok seringkali akan dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit, seperti serangan jantung, stroke hingga barah paru-paru. Tapi ada pula beberapa perokok aktif yang ternyata tak terkena barah paru hingga akhir usianya. Kira-kira kenapa ya?

Advertisement

Doktor pakar paru Elisna Syahruddin, dari RSUP Persahabatan mengatakan rokok memang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena barah hingga 8 kali, tapi bagaimana kebiasaan tersebut boleh menyebabkan seseorang hingga benar-benar berpotensi mengidap barah tergantung pada kemampuan sel tubuh merespon perubahan yang membentuk ke barah.

“Jadi, ianya tergantung kepada kemampuan sel normal dalam memberikan tindakbalas perubahan, kalau kalah maka akan bertukar menjadi tidak normal. Ada prosesnya, mulai dari fasa inisiasi, promosi hingga menjadi barah,” ujarnya pada sidang media Ngobras di Jakarta, Jumaat (10/2/2017).

Elisna menambahkan pada fasa inisiasi, ketika sistem imuniti tubuh tidak bagus, maka di sinilah risiko barah akan mengintai. Sebaliknya, ketika kekebalan tubuh itu bagus, sel abnormal akan kembali menjadi normal.

“Kalau ia boleh menerobos masuk, maka ia akan berubah jadi fasa promosi. Ini sel yang dikatakan sudah tidak normal. Tapi beberapa orang tubuhnya punya kemampuan untuk membunuh sel yang tidak normal sehingga ia tidak jadi barah,” tambah dia.

Namun, pada orang yang memiliki kemampuan tubuh dalam melawan sel barah yang kurang bagus, fasa ini yang benar-benar menunjukkan jika terdapat pertumbuhan barah. Sehingga, kata Elisna, sistem imunisasi tubuh mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan risiko barah.

“Ketika sistem imunisasinya bagus dan tidak ada penyakit yang mengikut, maka pertumbuhan sel barah boleh tumbuh lebih lambat. Itu sebabnya barah paru biasanya tanpa gejala di awal,” tambahnya lagi.

Barah paru sendiri merupakan penyumbang insiden barah pada lelaki tertinggi bukan sahaja di Indonesia malah Malaysia, diikuti barah lain seperti kolorektal, prostat, hati, dan nasofaring. Penemuan barah paru pada awal pembentukannya akan sangat membantu penderita memperoleh kualiti hidup lebih baik

Advertisement